Tampilkan postingan dengan label KELUARGA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KELUARGA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Oktober 2020

KELUARGA TARO ADA TARO GAU MULAI BERAKTIFITAS KEMBALI

Sabtu 17 oktober 2020, Taro Ada  Taro Gau kembali melaksanakan silaturahim bulanan yang dikemas dalam bentuk arisan keluarga di Buguri Jalan pelita Raya , setelah covid 19 melanda nusantara, termasuk negeri Taro Ada Taro Gau, saya sendiri baru pertama kali ikut kegiatan silaturahim TATG, walaupun sudah  dua kali pertemuan dalam putaran kedua Arisan TATG yang dilaksanakan di Pantai Losari dan Rumah Pung bau wentri yang dihadiri oleh sultan pasir sekaligus penyerahan SK Mars Jeneponto,

peserta putaran kedua  mengalami peningkatan baik dari sisi jumlah peserta dan asal daerah  bahkan bukan cuma dari makassar tapi ada dari sidrap ,pare pare, gowa dan Takalar, pada arisan kali ini menjadi tuan Rumah  dan mentraktir kami adalah Pung Datu Tenri Bali Sunra (Ketua Arung Matowa Makassar)  dan Ketua Kerukunan Keluarga Bugis Bersatu sering disapa Etta Mami, Inilah silaturahim  Arisan Taro Ada taro Gau yang paling ramai, sejak PSBB makassar sampai zona merah minggat dari  sulawesi selatan,  dengan menggunakan  1 gazebo besar dan 3 Gasebo kecil, dari pukul 11 WITA keluarga sudah mulai berdatangan, dan betul lantai dua Buguri hanya diramaikan oleh  Anggota Taro Ada Taro Gau , adapun peserta yang hadir sesuai list konfirmasi yang ada di group adalah Petta Yaya,Petta Fitri,Bau Jai,Bau Nemmi,Bau Denra,Petta Mame,Bau Wentri ,Petta wana,Murni Krg Maktaring,Andi Wahida machmud,Petta Mangkau,Petta Insana,Andi Makkaraka,Andi Batari Makkaraka,Pettà Arsia,Petta srimurni, Petta sriwangsa,Petta Dalauleng,Petta lia,Andi Tenri Akko,Karaeng Sayang,Andi Edison,Andi Sriwi,Andi Simpuru,Andi gerhana bau sakti, saya pun hadir setelah selesai sholat dhuhur, mungkin sudah ada peserta yang sudah pulang dan siap siap pulang,itupun langkah tercepat saya, karena sebelumnya gowes di padivaley Golf Club dan sampai dirumah jam 11.30 WITA.

putaran kedua ini sepertinya agak beda dengan putran pertama, karena setiap bulan akan ada dua anggota arisan yang naik, dan diharapkan pelaksanaanya dirumah anggota arisan, dan jika dilakukan di resto/ Cafe atau diluar rumah maka masing masing peserta untuk membayar sesuai bookingan menu yang dipesan,  dan bagi yang tidak hadir untuk mentransfer sebelum  hari H, dan kali ini dilakukan pengundian yang berbeda putaran pertama sesuai pesanan keluarga ( fleksibel)

Add caption

Adapun jumlah peserta peserta arisan putaran kedua ini sebanyak 25 peserta, sesuai nama  di group whats app Taro Ada Taro Gau sebagai berikut:
1.Andi Bau Denra.                 
2. Petta Sridaya.                       
3. Petta Idiel                              
4.Petta Sriwana
5. Petta Sriwi
6. Karaeng Sayang
7. Petta Arsia
8. Bau Jai
9. Bau Nemmi
10. Petta Dalauleng
11. Petta Kasma
12. Petta Srimurni
13. Petta Insana
14. Bau Wentri
15. Petta Mangkau
16. Pung Datu Tenri Bali
17. Pung Datu Sompa Ebe
18. Murni Karaeng Mattaring
19. A. Bataria Pasong
20. Andi Welda
21. Andi Wahida
22. Andi Simpuru
23.Andi Tenri Akko
24. Andi Edison
25. To malebbiku Petta Baso
26 Petta Sriwangsa
27 Petta Marlia
28. Petta Bau Mame Patiroi
29  Etta Mami Nuh

By Lamakkaraka

Rabu, 14 Oktober 2020

MENGHADIRI PESTA DISELINGI GOWES WASOBO

Jumat ,9 oktober 2020,  saya  bersama ummi, althaf,  dan kakak menuju watangsoppeng via mobil DD 1363 S,untuk menghadiri acara tudang penni adek sepupu nyonya, dalam perjalanan saya pun di hubungi olehAndi ilham pammusureng ditawari  makan di triple 8 atau bebek, saya pilih makan bebek,,  sekitar tiga jam kami sudah tiba di Desa Timusu, tepatnya warung itik palekko yag terletak dipinggiran sawah, ternyata teman saya   dan umminya aufa yang bertugas dirumah sakit soppeng sebagai dokter spesialis saraf sudah memesan  itik palekko, itik goreng, dan itiik rasa asam dengan porsi 10 orang,  setiba disana,tidak lama kami menunggu, kami lansung menikmati menu itik, sementara menikmati menu andalang kota soppeng ini, timusu diguyur hujan, setelah itu , kami  menuju rumah kakeknya ilham  almarhum pung Andi Makkasau yang berada di jalan kesatria untuk istirahat, walaupun sebenarnya sudah disiapkan kamar di lalabenteng untuk istirahat, karena pertimbangan banyak keluarga dari luar  soppeng berdatangan, maka kami pilih jalan ksatria untuk istirahat, setelah sholat ashar jama dengan dhuhur , kami gowes  bertiga menuju taman kalong yang terletak  depan masjid agung, namun ditengah perjalanan umminya althaf  tidak mampu lagi gowes mengkituti rute kami, memang kota soppeng banyak pendakian, umminya  memilih pergi dirumah neneknya yang terletak di lala benteng. saya dengan ilham melanjutkan gowes  menuju desa ganra dengan rute Pao- Ganra, namun saat masuk di kampung Pao hujan menghampiri kami diserta angin kencang, kami istirahat sejenak, namun hujan tak kunjung berhenti, kami putuskan gowes dalam kehujanan, menjelang magrib kami berdua tiba kembali di jalan  ksatria, dengan rute yang lumayan menantang dengan tanjakan jalan samudra kami lewati, tanjakan depan taman sutra, setelah magrib   kami berempat menuju  ke acara tudang penni anak dari H.Andi Sri dengan Hj Andi Pappang, setelah acara pengajian yang dibawakan oleh Bapak ust Drs Patang, maka acara Tudang penni juga berakhir dengan foto bersama dan menikmati hidangan malam yang sudah disiapkan, kemudian  kami pamit menuju pammana,sekaligus izin untuk tidak mengikuti acara besok harinya,  dan kami tiba di maroanging sekitar 22,00 Wita.

sabtu 10 oktober 2020, sehabis sholat subuh bersama ummi, kami berdua gowes menuju arah kota sengkang, dengan rute Maroangin- Patila - Calodo - Lempa/Ulugalulung dan Tampangeng, rencana sampai masjid agung sengkang baru balik kembali ke maroangin, namun setiba di pasar Tampangeng  lagi lagi hujan menghampiri kami, kami memilih berteduh didepan pasar tampangeng, sekaligus menikmati kue putu , yang memang tiap ke sengkang , saya sempatkan beli putu di pasar tampangen. sekitar 20 menit kami menunggu dan hujan pun tak reda, walaupun nyonya ingin sekali  gowes sambil hujanan seperti disoppeng , karena pertimbangan banyak agenda,dan takut masuk angin  maka sepeda nyonya saya lipat, sementara mau lipat sepeda saya, tiba tiba datang angkot, ternyata angkot itu milik teman sewaktu SMP kampiri ( kalau sekarang SMP 1 Pammana), sehingga dalam perjaalan menuju maroangin kami saling memberi info tentang siapa siapa teman smp yang  stay di kampiri / pammana, dan ketika masuk di desa patila , hujan sudah reda, maka kami pilih untuk turun dari angkot dan melanjutkan gowes, karena rute pagi ini tidak terlalu menantang, maka kami rencana mau lanjutkan ke daerah Lagosi, namun setiba di maroangin langit memperlihatkan tanda mau hujan kembali, maka pilihannya adalah membersihkan dua  sepeda dari banyak nya kotoran yang melekat di sepeda akibat jalannan lumpur disekitar patila, , sekitar jam 10,30 kami menuju desa tanrung kabuapten bone, menghadiri  aqiqahan dari adik sepupu, sekaligus acara silaturahim serta arisan perdana rumpun sulewatang lare,yang sudah dijadwalkan  bulan lalu, namun tertunda  karena adanya agenda dinas di kendari, alhamdulillah acaranya sukses dan lancar, dan kami pun meninggalkan Tanrung menjelang magrib.


Ahad,11 oktober 2020,salah  satu agenda  kami pulang ke sengkang adalah untuk menghadiri acara akad nikad kemanakan saya sekaligus  mengantar pengantin dari Jalan Tomaddulaeng kota Sengkang  ke kota Watampone tepatnya di Bajoe, mempelai laki lakinya anak dari sepupu satu kali yakni Andi Muh Hazemi Rafsanjani bin H.A.saharuddin yang mempersunting Fitha Prastita Laweani, baru tiba di pintu pagar mempelai laki lakinya langsung menyayikan Mars paleppang,kami pun tersenyum akan ulah mempelai laki laki,  alhamdulillah kumpul lagi rumpun keluarga pung Mallawi, dan Pung Hj Mintang,saya pun datang lebih awal dari jadwal, karena kegiatan seperti ini moment untuk ketemu  dengan keluarga dekat, sekaligus mengganti waktu atas batalnya hadir pada malam harinya,yang rencana mau kumpul semua cucu pung mallawi,  namun tidak sempat hadir karena  ada kendala teknis pada mobil, dan kakak saya A.Rosmianti sejak berada disoppeng mengalami sakit perut, bahkan sudah hampir membatalkan hadir di acara karena masih sakit, syafakallahu pung,,,

pukul  8:12 Wita kami start menuju bone dan tiba di bajoe 10:42,  sekitar jam 11,05 pengucapan akad nikah pun dimulai dan sekali pengucapan langsung SAH, pukul  12.24 acara mapparola yang berlokasi disebelah rumah keluarga mempelai perempuan, , setelah itu kami menuju ke warung Latanete yg terletak di jalan ahmad yani ,untuk menikmati  menu piasng ijo yang lumayan terkenal di kota watampone,  kami berkumpul wija epponna pung mallawai  plus pung Pangerang dan tante kami Nurhayati Pangerang, konon kabarnya tidak sah ke bone  kalau tidak menikmati pisang hijau atau bakso Latanete, setelah keluarga balik ke daerah Masing masing , saya menuju jalan besse kajuara  rumah mertua, setelah itu kami pamit  untuk istirahat di B7 Home,  setetelah ashar  kami berdua melanjutkan gowes dari kampus STKIP muhammadiyah bone menuju rumah adat, kemudian menuju taman arung Palakka, lanjut menuju kerumah sakit persada, melalui jalur jalan ahmad yani ,Rumah Sakit tenri Awaru, di RS persada kami menjengut keluarga yang habis melahirkan anak keduanya. menjelang magrib kami mendayung sepeda menuju ke jalan Biru samping Rumah sakit tantara, ketemu sebentar dengan kakak kandung nyoya, setelah itu kami balik istirahat di B7 Home. sekitar Jam 03 .00 WITA  kami menuju makassar, Tepat pukul 07:16 saya sudah sampai dikantor di jalan Mongisidi Makassar untuk lanjutkan aktifitas kantor, SALAM SEHAT

                                    

       

                            




Minggu, 11 Oktober 2020

RUMPUN SULEWATANG LARE BERTEMU

10.10.20.20  bagaikan pasword untuk masuk aplikasi tertentu, atau kalau kekinian merupakan nomor cantik yang dipilih oleh kaum Millenial untuk acara tertentu seperti akad nikah dll, ini juga dijadikan  sebagai babak baru bagi rumpun keluarga Sulewatang Lare. dimana tanggal 10 oktober 2020 terjadi pertemuan perdana yang insya allah akan dirutinkan tiap bulannya,walaupun mungkin komunikasinya selama ini hanya  lewat group Whatsapp sulewatang Lare, alhamdulillah pada pertemuan perdana ini hampir terwakili dari semua rumpun, hadir kakek, Tante, paman, sepupu dari berbagai daerah seperti makassar, soppeng, bone, sengkang , dan terkhusus dari pammana yang secara geografis Lare,E  berada dalam distrik Pammana.

Senin, 07 September 2020

ANDI MALLAWI seorang Hakim Sederhana


Saya Mengenal kakek Saya Andi mallawi sering di sapa pung lawi dari cerita atau kisah yang di sampaikan oleh sang istrinya Pung Mintang, atau dari bapak saya, dari paman dan Tante,   terutama  paman saya andi Munawwar  yang tinggal di Bone, Karena saat ini hanya tinggal beliaulah satu satunya anak beliau yang masih hidup.  Pung lawi lahir di Liu Kecamatan Sabbangparu kabupaten wajo pada tahun 1921 dan wafat pada maret 1980 di usia 57 tahun setahun sebelum pensiun  sebagai seorang hakim pengadilan negeri sengkang, atau sekitar 4 bulan setelah beliau menyeleseikan kewajiban seorang ayah terhadap anak yakni menikahkan  untuk anak paling bungsunya pada tanggal 4 nopember 1979.
    Beliau Anak dari Pasangan  Andi Pance Mallaleang dan Andi Hajju Sagala namun sejak menginjak masa sekolah beliau sudah hijrah kekota sengkang sekitar belasan kilometer dari liu, dan tinggal bersama pamannya Datu Makkaraka Mallaleang  yang saat itu menjabat sebagai Ranreng Bettempola ke 27, Beliau mempunyai 4 saudara kandung  yakni Andi Hakim, Andi Rabbana, Andi Amira, Andi Haruna dan saudara sebapak  sebanyak tujuh yakni :Andi Ma'rifah, Andi Mappenedding, H.A.Aras, Hj,Andi Hadera, Hj Andi Tuwo, Hj,Andi Tekke, dan Andi Kampe, 

Nasab Beliau dari Ayah : A.Mallawi Bin La Pantje Sulewatang Bakke Bin LaMalleleang Datu Marioriawa Attang Salo Bin La Mappatola Datu Bakke Bin La Rumpang Megga Datu lamuru, Datu Marioriwawo, Datu Tanete Bin La Mappeware Datu Lamuru Bin Lasunra Datu Lamuru Bin I Pawilo Datu Boli Bin La Masselomo Bin Mappareppa Sappewali Mangkau Bone 17 bin Lapatau Mangkau Bone  dan Datu Soppeng dengan istri I Mariayamang karaeng Pattukangan.

Nasab Dari ibu yakni A.Mallawi bin Andi Hajju Binti La Sagala Bin Mappangewa Petta Manyoroe Ri Liu bin La Samallangi Datu Cilellang Bin ISao Arung Liu Binti La Sappene  Petta Labattowa Arung Liu Cakkuridie Wajo.

    Beliau meninggal  dengan satu orang istri yakni Pung Hj Mintang Paleppang dan 4 orang anak yakni Alm Hj Andi Sederhana, Alm H,Andi Muhtar, Alm A,Nanna ( Ibu Penulis), dan A.Munawar dengan cucu yang ditinggalkan  pada saat itu yakni A.saharuddin, A,zulbiah, Andi safril, A,Nazaruddin, A,Nenni, Andi Warda dan A.ST khadijah, Andi Uli,A.Ivan, A.Eliya dan A.Rosmiyanti , sementara saya dengan cucu lainnya lahir setelah pung mallawi meninggal dunia, cucunya yang lahir setelah beliau meninggal yakni A,Cuncun, A,Uppi, A.Iyan, A.Eril, A,lolo serta A.Opan
foto Hj.A.sederhana Mallawi Bersama Putra Putri
Berdiri dari Kiri Kekanan: H.A.saharuddin,A.Safril,A,Nazaruddin
duduk dari Kiri Kekanan: A,warda, A,Nenni, Hj.A.Sederhana( Ibu),A.zulbiah, A,Ija
    Pung Mallawi adalah  seorang pegawai negeri sipil dengan pendidikan terkahir sekolah Menengah Pertama, dan profesi terakhirnya  sebagai seorang Hakim pengadilan negeri sengkang kabupaten Wajo, walaupun beliau tidak pernah menjalani pendidikan formal sebagai seorang sarjana hukum seperti teman hakimnya yang lain misal Andi Haedar SH dan Andi Norma SH, 
     Beberapa tahun setelah tamat  SMP pamannya menikahkan dengan seorang Gadis anak seorang Manyoro Paleppang, setelah berkeluarga beliau meninggalkan Soraja Mallangga , tinggal bersama dengan Kakak Iparnya di Lajokka, kebetulan beliau masselaleng dengan Andi Muhammad bin Laoddang Pero Arung Matoa Wajo yang menjabat saat itu sebagai Sulewatang Lowa,  A.Muhammad menikah dengan Kakak kandung Istrinya, Pung Mallawi menjadi Juru Tulis Sulewatang Lowa ( kalau sekarang mungkin Sekretaris kecamatan), Juru Tulis ini menjadi profesi pertama pung mallawi setelah menikah, beberapa tahun kemudian beliau bersama istrinya mempunyai rumah tinggal di kota sengkang tidak jauh dari Soraja Mallangga dibelakang Toko Belopa. saat itu beliau bekerja di kantor pengadilan negeri sengkang, dengan berjalannya waktu dan ketika ada rekruitmen hakim, beliau mendaftar dan terpilih menjadi seorang Hakim,setelah ibu kota sengkang terbakar pada tahun 1971, maka beliau diarahkan sama bupati Wajo bapak Andi Unru untuk membangun rumah kembali dijalan andalas dekat PLTD sengkang, yang saat ini lokasi tersebut sudah menjadi Masjid, adapun teman profesi beliau disaat akhir  hidup beliau yakni :Kepala Kejaksaan  Jaksa Cindi, dengan anggotanya terdiri atas A.Zainal, A,Kessi, A.Mosu, Jafa, Malik Cindi, Andi Paberangi sedangkan di pengadilan negeri makassar dipimpin oleh  Kepala pengadilan yang saat itu di jabat oleh orang jawa bernama  Bapak Dihar yang menggantikan Andi tahir  ,dengan anggotanya  Pak Banna sebagai Wakil kepala, Andi Sinrang, Andi Haedar SH yang pernah menjadi Kepala Pengadilan Negeri Makassar serta Andi Norma SH pernah menjadi kepala pengadilan negeri Gowa. adapun Panitera saat itu yakni Tommeng, Said, A.Iskandar, A.Jamaro, Jufri,

kesederhanaan hidupnya 

    ada cerita menarik dari anak bungsunya ke penulis, ketika paman saya saat itu berusia kelas 5 SD, paman saya di masukkan di sakunya uang 10 ribu sama seorang Haji yang mempunyai perkara di pengadilan, waktu itu nilai 10 ribu sangat banyak sekali,  setelah masalah itu ditahu pung Mallawi, maka ke esokan  harinya uang tersebut dikembalikan dan haji tersebut di marah dan disampaikan bahwa de upoji ( saya tidak suka cara anda),  begitu juga penuturan nenek saya pung mintang, ada orang berperkara membawakan ikan kerumah, dan setelah ditahu sama pung mallawi, maka dimintanya istrinya untuk menyusul orang tersebut dan mengembalikan ikan tersebut, begitula kesederhanaan beliau, sampai sampai besannya dalam hal ini kakek saya dari bapak pung tambasa pernah mengutarakan kesaya bahwa kakekmu itu seorang hakim jujur dan sederhana,  pernah kakek diajak sama rumpunnya untuk berperkara di lare'e, namun pung mallawi nasehati untuk  tidak lanjut, karena mereka itu menganggap kita besanan,akhirnya pung tambasa tidak melanjutkan perkara itu,  maka wajarlah disaat beliau dimakamkan di bulu Labellang terlontar perkataan dari teman profesinya bahwa telah meninggal dunia seorang Hakim yang sedehana dan jujur,
    Pung Mallawi pembawaannya pendiam, dengan perilakunya  maka beliau banyak disegani dikalangan keluarga, kerabat, dan teman kerjanya, kalau beliau tidak setuju dengan sesuatu  maka beliau cukup meninggalkan tempat dan tidak mengeluarkan sekata apapun, sehingga yang banyak komunikasi dengan keluarga adalah istrinya.pernah satu waktu beliau di bonceng motor, sesampainya dirumahnya sudah mengalir banyak darah keluar dari tumitnya, dan beliau hanya diam saja atas kejadian yang menimpanya, yang sering bonceng beliau ke kantor yakni bapak saya, kemanakannya Andi sabir  dan Tommeng ( Panitera Pengadilan saat itu),
    Yang Hampir mengikuti jejak beliau bekerja di pengadilan atau menjadi jaksa adalah anaknya yang kedua, Andi muhtar, namun ditengah jalan, tidak melanjutkan sekolah kejaksaan. dan sampai sekarang belum ada anak dan cucunya yang melanjutkan profesinya sebagai hakim.

H.A.Mukhtar Mallawi



                                                                                                                      


                                                                     
Alm ( Ibu penulis)







penulis  la Makkaraka ( Generasi kedua)

Selasa, 11 Agustus 2020

SELAMAT JALAN PUNG H. ANDI ANWAR BIN A.MUHAMMAD


Tanggal 10 Agustus 2020  15:14 WITA  di group WA Keluarga Paleppang, Tante Nurhayati Pangerang  yang merupakan adek ipar beliau mengabarkan duka bahwa telah meninggal dunia  puang andi Anwar muhammad di rumah sakit fatmawati pukul 12.53 WIB, disambut oleh ucapan bela sungkawa dari beberapa keluarga,saya sendiri membaca berita tersebut sekitar 11 menit setelah diposting, walaupun dalam kurung 2 hari terakhir saya selalu teringat kondisi beliau, namun tidak memberanikan bertanya kepada pung anwar terkait kondisinya, hanya sempat bertanya ke adik iparnya, walaupun baru kenal 3 tahun terakhir, namun beliaulah salah satu anggota keluarga paleppang yang paling banyak komunikasi via whatspp. bahkan tanggal 16 juli 2020 sempat chatingan  dengan saya sampai pukul 22.22 WITA, meminta saya untuk menemui pak sudirman sabang untuk menggali sejarah wajo pada saat acara di ujungge nanti , dan alhamdulillah permintaan tersebut  terpenuhi dan terakhir saya berkomunikasi dengan beliau via Whatspp 17 juli 2020 ,banyak yang dibicarakan termasuk hubungan  kekeluargaan,cerita masa lalu,  dan di Group KEL MANYORO H.PALEPPANG sendiri, beliau keluar dari group karena ingin konsentrasi untuk pemulihan sakitnya, pada 8 agustus 2020,  pesan terakhir beliau dalam group " adalah ucapan selamat idul adha dengan foto beliau sementara rawat nginap di rumah sakit,

Senin, 23 April 2018

BERSAMA KELUARGA PETTA PANCE.

Bagi para pencinta sejarah dan genealogi Bugis, menelusuri alur silsilah (wakaradde) bangsawan terdahulu seperti membuka kembali lembaran kejayaan masa lalu. Salah satu figur penting yang menyimpan garis keturunan luhur dari berbagai kerajaan besar di Sulawesi Selatan adalah Petta Lolo Pance, atau yang juga dikenal dengan gelarnya, Matoa Bakke.

Beliau bukanlah sosok sembarangan. Petta Lolo Pance adalah anak langsung dari La Mallaleang, Datu Marioriawa (Attang Salo). Lewat darah yang mengalir di tubuhnya, kita bisa melihat bagaimana simpul-simpul kekuasaan dan kekerabatan antar-kerajaan dirajut dengan begitu erat.

Silsilah Emas: Dari Mario Riawa hingga Kedatuan Luwu

Jika kita mengurai nasab Petta Lolo Pance, kita akan menemukan jalinan silsilah yang mempertemukan para penguasa dari Marioriawa, Bakke, Lamuru, Lompulle, hingga pemegang takhta tertinggi Kedatuan Luwu.

Berikut adalah jalur silsilah (nasab) resmi beliau:

La Pance (Petta Lolo Pance Matoa Bakke)

Bin La Mallaleang (Datu Mario Riawa Attang Salo)

Bin La Mappatola (Datu Bakke)

Bin La Rumpang Megga (Datu Lamuru)

Bin La Mappaware (Datu Lamuru)

Bin We Panangareng (Datu Mario Riwawo) bin  La Mallarangen (Datu Lompulle) Bersama I Tenri Leleang (Pajung Luwu Matinroe Ri Soreang)

Narasi Sejarah: Jalinan Darah Para Penguasa

Membaca nasab di atas, Petta Lolo Pance adalah representasi nyata dari bertemunya "darah murni" (maddarah caddi) para pemimpin tana Bugis.

Ayahandanya, La Mallaleang, merupakan penguasa di Marioriawa Attang Salo, sebuah wilayah yang dikenal subur dan strategis. Garis ini kemudian menyambung ke kakeknya, La Mappatola Datu Bakke, yang menegaskan legitimasi kekuasaannya di wilayah Bakke.

Jika ditarik lebih ke atas, garis keturunan ini menembus jantung pertahanan Kerajaan Lamuru melalui La Rumpang Megga dan La Mappaware, dua figur Datu Lamuru yang dihormati pada zamannya.

Puncak dari keagungan silsilah ini bermuara pada pernikahan agung antara We Panangareng (Datu Mario Riwawo) dan La Mallarangen (Datu Lompulle), yang kemudian bersambung langsung kepada salah satu ratu paling fenomenal dalam sejarah Sulawesi Selatan: I Tenri Leleang, Pajung Luwu (Matinroe Ri Soreang).

Foto Sebagian Saudara Petta  pance
                 

Menelusuri Silsilah Petta Pance Matoa Bakke: Pilar Keluarga dan Rumah Tangga yang Agung

Kisah-kisah dari tanah Sulawesi Selatan selalu menyimpan daya tarik yang tak pernah habis dibahas. Di balik sistem adat, kepemimpinan, dan tatanan sosialnya yang kuat, terdapat tokoh-tokoh besar yang menjadi pilar silsilah keluarga. Salah satu figur yang memiliki jejak keturunan yang luas dan dihormati adalah Petta Pance Matoa Bakke.

Sebagai seorang tokoh, Petta Pance tidak hanya dikenal karena peran sosialnya, tetapi juga karena lingkaran keluarganya yang besar, baik dari saudara kandung maupun garis keturunannya sendiri. Mari kita menyelami lebih dalam silsilah dan dinamika keluarga besar beliau.

Saudara-Saudara Petta Pance: Tali Persaudaraan Para Bangsawan

Petta Pance Matoa Bakke lahir dalam lingkaran keluarga yang sangat besar. Beliau mempunyai 13 (tiga belas) orang saudara. Menariknya, saudara-saudara beliau merupakan figur-figur penting yang memegang posisi adat dan gelar terhormat di berbagai wilayah.

Berikut adalah saudara-saudara dari Petta Pance:

  • Datu Makkaraka (Ranreng Bettengpola XXVII)

  • Datu Sompa (Datu Kalola)

  • Datu Tenrileleang (Datu Liu)

  • Datu Mangkona

  • Datu Baso Panincong

  • Datu Bube (Datu Panincong)

  • Petta Celleng 

  • Petta Kadu

  • Petta Kumba

  • Petta Tarawu

  • Petta Celleng

  • Petta Patellongi

  • Petta Rombe

Garis Keturunan Petta Pance: Kisah dari Lima Pernikahan

 Petta Pance Matoa Bakke membangun hubungan kekeluargaan yang luas melalui pernikahan. Beliau tercatat mempunyai 5 (lima) orang istri yang berasal dari berbagai daerah, dan dari pernikahan tersebut lahir putra-putri yang melanjutkan estafet keturunan beliau.

Berikut adalah rincian keluarga dan putra-putri dari Petta Pance:

1. Pernikahan di Takkalasi Madello (Barru)

Dari pernikahan dengan istri yang berasal dari Takkalasi Madello, Kabupaten Barru, beliau dikaruniai 1 (satu) orang anak, yaitu:

  • Andi Ma'rifa

2. Pernikahan di Fenre (Batu-Batu)

Melalui pernikahan dengan istri dari Fenre, Batu-Batu, lahir 1 (satu) orang anak, yaitu:

  • Andi Mappenedding

3. Pernikahan di Liu

Pernikahan beliau dengan istri dari wilayah Liu mengaruniai keluarga ini dengan 6 (enam) orang anak, menjadikannya rumah tangga dengan putra-putri terbanyak. Mereka adalah:

  • Andi Hakim

  • Andi Mallawi

  • Andi Rabbana

  • Andi Amba

  • Andi Amira

  • Andi Haruna

4. Pernikahan di Madining (Batu-Batu)

Dari istri yang berasal dari Madining, Batu-Batu, Petta Pance dikaruniai 1 (satu) orang anak, yaitu:

  • H.A. Aras

5. Pernikahan di Ganra (Bakke)

Terakhir, dari pernikahan beliau dengan istri dari Ganra (Bakke), lahir 4 (empat) orang anak yang melengkapi kebahagiaan keluarga besar ini, yaitu:

  • Hj. Andi Hadera

  • Hj. Andi Tekke

  • HJ.Andi Kampe

  • Hj. Andi Tuo

  1. Foto Sebagian putra Putri Petta Pance
Petta Pance Mempunyai 12 Anak antara lain:
  1. Andi Ma'rifa  mempunyai 4(empat) Anak Yakni Andi Suyut,Andi Muannas, Andi Nurhayati , Andi Mappesona
  2. Andi Mappeneding Mempunyai 10  anak dari 4 istri yakni Andi suhera, Andi Marhawa, Andi sainuddin, Andi Sunang,  Andi Maspiah, Andi Nurdin, Andi Ilyas,  andi Simpurusia, Andi Nurjannah, Andi Pahida,
  3. Andi Hakim Mempunyai 2 istri  dengan 2 Anak  yakni   lahir Andi Sudi,  Andi Sabir
  4. Andi Mallawi  Mempunyai 4 Anak Yakni Alm Ny  Hj,Andi Sederhana, Alm Andi Mochtar Mallawi, Alm Andi Nanna  Ibu saya , dan Andi Munawwar)
  5. Andi Amba  Mempunyai satu  Anak Andi Nafisah, 
  6. Andi Amira  mempunyai 9 Anak yakni Andi Dahlan,andi sufiana, Andi Sidi,  Alm andi Tahir, Andi Suhada, Andi Hartati, Andi Haris, Andi Hasnawi, Andi Ansar
  7. Andi Haruna  Namun Belum memiliki anak Biologis
  8. H.A.Aras  mempunyai 3 anak yakni Andi Manti Andi Masnira, Andi makmur
  9. Hj,Andi Hadera  mempunyai 8 Anak andi Dio, Andi ninnong,Andi Damrana, Andi Munir,  Andi Anwar, Andi  johareng, Andi Hadriani, Andi Sumartini, 
  10. Hj Andi Tekke  dengan 7  anak yakni  Andi Muh Roem , H.Andi Burhanuddin ,Andi Darussalam Hj.Andi Nurlela Andi Nurjannah, Ir.Andi Muh Hatta, Andi  muh idil fitri 
  11. Hj,Andi Asriani Pung Tuo  mempunyai 9 Anak  yakni Alm A,Madilgusnaen, Alm A.Ochrida Asriani, Andi Sukmawati Andi Dzulkarnain,Andi Hudaibiyah,   Andi Muh Saleh Razak ,Andi Dzulkadri,, Andi Malik Ibrahim , Andi Dewi Purnamasari
  12. Andi kampe  mempunyai anak 6 yakni Andi Nurheda, Andi Paranrengi, Andi Bahtiar (alm), Andi Arifai , Andi Akbar (alm),Andi Zainal 
Penulis Mohon Maaf jika ada penulisan nama, gelar, Jabatan yang salah, masih ada silsilah yang masih terputus, ada nama yang belum disebut, ini semata mata keterbatasan penulis.

A.Mallawi Beserta Istri dan Putra Putrinya


Foto Generasi Garis Lurus Penulis

untuk mengenal siapa andi Mallawi silakan link berikut mengenal A,Mallawi

penulis:
A.Makkaraka ( Generasi 3 Petta lolo Pance)