Senin, 07 Mei 2018

GELAR QIA MELEKAT PADA NAMAKU


Alhamdulillah, atas pertolongan Allah SWT, sebuah pencapaian berharga berhasil saya raih dengan terbitnya sertifikat Qualified Internal Auditor (QIA) bernomor 4879/QIA/2017 per tanggal 29 Desember 2017. Ini menjadi gelar profesi kedua yang saya sandang setelah gelar Insinyur Profesional Madya (IPM). Walau sempat terselip rasa sesal karena tidak bisa menghadiri langsung undangan Wisuda di Yogyakarta pada 17 hingga 19 April 2018 akibat adanya agenda final meeting yang bertepatan di Jayapura, namun hati ini tetap diliputi rasa gembira dan bahagia yang mendalam. Perjuangan menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Internal Audit (YPIA) bekerja sama dengan PT. PLN Udiklat Palembang akhirnya berbuah manis, hingga sertifikat serta PIN QIA tersebut resmi saya terima di Ambon. Bisa dibilang, mungkin hanya hitungan jari pegawai PLN di luar jalur auditor murni yang berkesempatan menikmati pendidikan intensif ini, dan menariknya, sertifikasi bergengsi ini juga memiliki validitas yang sangat diakui untuk digunakan di eksternal perusahaan.

            Gelar profesi QIA ini tidak diraih dalam semalam, melainkan melalui perjuangan panjang menempuh 5 (lima) tahapan pendidikan berjenjang yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Internal Audit (YPIA). Perjalanan ini dimulai dengan menyelesaikan tahap Basic 1 dan Basic 2 pada tahun 2016, dilanjutkan ke tahap Intermediate 1 dan Intermediate 2 pada bulan Mei 2017, hingga akhirnya ditutup dengan tahapan kelima yaitu tahap Manajerial (Advance) pada Oktober 2017. Saya sangat bersyukur karena seluruh biaya dan fasilitasi program ini sepenuhnya ditanggung oleh perusahaan; sebuah investasi yang tidak murah mengingat biaya per tahapannya saja mencapai sekitar Rp15 juta per peserta, itu pun belum termasuk akomodasi hotel dan transportasi selama masa pendidikan berlangsung.
            Mengikuti pendidikan Basic 1 dan 2 di Grand Whiz Kelapa Gading, Jakarta Timur, dari tanggal 14 Februari s.d. 1 Maret 2016 menjadi sebuah perjalanan intens yang menguras energi sekaligus membanggakan. Selama 14 hari penuh, saya harus melahap materi super padat dari YPIA, di mana satu modul yang biasanya diajarkan selama satu semester di bangku kuliah justru dijejal hanya dalam waktu satu hari. Waktu istirahat rasanya hampir tidak ada; setiap malam kami terpaksa begadang hingga larut demi mempersiapkan ujian tertulis keesokan paginya sebelum topik baru dimulai. Tekanan semakin tinggi karena setiap peserta wajib lulus di semua materi dengan nilai minimal 65, ditambah lagi dengan sistem ujian yang ketat menggunakan 3 sampai 5 jenis soal berbeda antarpeserta untuk mencegah kecurangan. Namun, sebuah kebanggaan luar biasa bagi saya pribadi karena berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian Basic 1 dan 2 ini dengan mulus tanpa pernah mengulang satu kali pun—sebuah pencapaian langka yang bahkan tidak bisa dilewati rekan-rekan lain tanpa her—sekaligus resmi mengamankan tiket emas saya untuk melangkah ke tahapan selanjutnya di kelas Intermediate.
Langkah saya menuju sertifikasi berlanjut pada kelas Intermediate yang digelar dari tanggal 17 April hingga 4 Mei 2017 di Hotel Harris Vertu Harmoni, Jalan Hayam Wuruk No. 6, Jakarta. Di kelas ini, hampir seluruh pesertanya merupakan alumni kelas Basic, minus Pak Tribudi Dermawan dan Mba Sherly dari Udiklat Palembang yang berhalangan hadir. Dari segi angkatan masuk PLN, saya bisa dibilang termasuk peserta yang cukup senior di kelas, terkecuali satu-dua orang seperti Pak Ibensani (Group Head Pekanbaru) dan Pak Hutapea (Group Head Surabaya), serta rekan seangkatan saya, Mas Yohan (Deputy Group Head Kalimantan) dan Mas Rahmat; selebihnya didominasi oleh para auditor muda yang penuh energi. Meskipun metode pendidikannya masih sama dengan kelas Basic, tantangan di tingkat ini terasa lebih dinamis, bahkan saya sempat harus mengulang satu materi, yaitu Akuntansi Keuangan. Namun, berkat ketekunan, seluruh materi Intermediate akhirnya berhasil saya lalui dengan kelulusan penuh, yang sekaligus resmi membuka gerbang bagi saya untuk melangkah ke tahapan tertinggi selanjutnya: kelas Advance.



Pelaksanaan Kelas Advance atau kelas manajerial yang berlangsung dari 27 September s.d. 04 Oktober 2017 di Museum Listrik Taman Mini memberikan kesan dan tantangan yang sangat berbeda dari tahapan sebelumnya. Jika pada kelas basic dan intermediate saya belajar bersama para auditor muda, kali ini saya merasa terhormat bisa bergabung langsung dengan para punggawa auditor SPI seluruh Indonesia, termasuk para Inspektur seperti Pak Burhanuddin, Pak Flodesa, dan Pak Jaka, serta jajaran Group Head tangguh dari berbagai wilayah—mulai dari Pak Pane (Medan), Pak Ibensani (Pekanbaru), Pak Fitra, Pak Dedi Ruspendi (Jakarta), Pak Simon (Manado), Pak Anjar, Pak Puguh, Pak Amir Syarifuddin, hingga Pak Erig (Jayapura)—sementara saya sendiri hadir mewakili Ambon sebagai Deputy Group Head. Berbeda dengan dinamika kelas-kelas terdahulu, fase manajerial ini menuntut fokus ekstra karena seluruh ujian dari sekitar 10 materi dirapel sekaligus di akhir pendidikan, ditambah lagi dengan kewajiban mempresentasikan makalah berbobot minimal 6.000 kata; namun alhamdulillah, lewat perjuangan dan sinergi yang luar biasa, tahapan krusial ini berhasil saya selesaikan dengan mulus tanpa harus mengulang.


Perjalanan panjang menyelesaikan tahapan Basic, Intermediate, hingga Advanced akhirnya membuahkan hasil yang sangat disyukuri. Berkat tuntasnya seluruh rangkaian tersebut, saya dinyatakan berhak diusulkan untuk mendapatkan sertifikasi QIA (Qualified Internal Auditor). Momen yang dinantikan pun tiba pada 18 April 2018, di mana saya secara resmi menyandang gelar profesi QIA yang berlaku hingga 31 Desember 2020—sebuah pencapaian berharga yang tidak hanya menjadi bukti kompetensi, tetapi juga babak baru dalam perjalanan karier profesional saya.


2 komentar:

  1. Cara ikut pelatihan dan daptar gimana caranya

    BalasHapus
  2. coba ikut atau hub PII terdekat ( persatuan Insinyur Indonesia)

    BalasHapus